Breaking NewsPemkab Lumajang Optimalkan DBHCHT untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Pemberantasan Rokok Ilegal   |   Jamin Keselamatan Kerja Buruh Rentan, Ribuan Pekerja di Lumajang Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis   |   Revitalisasi Jalan PB Sudirman Lumajang Disambut Positif Pelaku Usaha, Diharapkan Dongkrak Ekonomi Pusat Kota   |   MPLS 2026/2027, Kominfo Lumajang Perkuat Literasi Digital Pelajar Cegah Hoaks dan Judi Online   |   Satlantas Polres Sumenep Bagikan Jaket kepada Pengguna Jalan Lewat Program Mahameru Lantas   |  
BeritaKesehatanPemerintahan

Musim Penghujan, Kasus DBD Meningkat: Ini Langkah Antisipasi Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep

Merahputihnews.id - Sumenep, Memasuki musim penghujan, potensi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meningkat. Dinas Kesehatan dan

Sumenep, Memasuki musim penghujan, potensi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meningkat. Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Sumenep pun mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus. 14/11/2025

Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Syamsuri, S.Kep., Ns., MH, menjelaskan bahwa pada minggu pertama November tercatat 921 penderita DBD di Kabupaten Sumenep.

“Angka ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama memasuki puncak musim hujan yang rawan terjadi peningkatan kasus,” ujarnya.

Langkah Antisipatif Dinkes P2KB Sumenep

Untuk menekan penyebaran DBD dan mencegah bertambahnya kasus, Dinas Kesehatan dan P2KB telah melakukan berbagai upaya strategis, di antaranya:

Menerbitkan surat edaran ke seluruh Puskesmas terkait peningkatan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus DBD.

Mempersiapkan kelengkapan BMHP, cairan, obat-obatan, serta SDM di Puskesmas guna mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi penderita DBD.

Memasifkan sosialisasi baik di dalam gedung (internal fasilitas kesehatan) maupun di luar gedung kepada masyarakat untuk menguatkan pemahaman tentang pencegahan DBD.

Melakukan pemantauan jentik nyamuk di rumah penduduk, sekolah, hingga pondok pesantren dengan melibatkan kader kesehatan setempat.

Syamsuri menegaskan bahwa peran masyarakat sangat vital dalam pemberantasan sarang nyamuk melalui Gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air, serta tindakan tambahan seperti menggunakan lotion anti-nyamuk dan memasang kelambu.

Dinkes P2KB mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri sendi, atau tanda-tanda lain yang mengarah pada DBD.

“Pencegahan jauh lebih penting. Kami berharap masyarakat aktif bersama pemerintah memutus rantai penyebaran DBD,” pungkasnya.

Ditulis oleh: admin

Tombol Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *