Solusi Satu Pintu Dinilai Tepat untuk Mengontrol PAD dan Pendapatan Pemilik Tongkang
Merahputihnews.id - Sumenep, Persoalan dugaan kecurangan dalam layanan penyeberangan tongkang jurusan Talango–Kalianget kembali menjadi sorotan. Sejumlah pengguna jasa menilai perlunya campur tangan
Sumenep, Persoalan dugaan kecurangan dalam layanan penyeberangan tongkang jurusan Talango–Kalianget kembali menjadi sorotan. Sejumlah pengguna jasa menilai perlunya campur tangan pemerintah daerah guna menciptakan sistem pengelolaan yang lebih tertib, transparan, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun pendapatan pemilik tongkang. 16/5/2026
Belakangan ini, banyak beredar pemberitaan terkait pengendara sepeda motor yang menggunakan fasilitas tongkang namun tidak menerima karcis setelah melakukan pembayaran. Kondisi tersebut dinilai dapat merugikan pemilik tongkang karena potensi pemasukan tidak tercatat secara jelas.
Selain itu, perebutan penumpang antar tongkang juga disebut kerap terjadi, terutama untuk kendaraan roda empat, mobil barang hingga truk. Situasi di area pelabuhan sering memicu ketidaktertiban lalu lintas dan antrean kendaraan.
Salah satu penumpang yang mengaku rutin menggunakan fasilitas tongkang jurusan Talango–Kalianget memberikan solusi agar persoalan tersebut dapat diatasi secara menyeluruh.
Namun, ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep perlu hadir dengan menerapkan sistem penjualan karcis satu pintu untuk seluruh tongkang yang beroperasi.
“Solusi tepat untuk mengontrol pendapatan PAD Pemkab Sumenep dan pendapatan pemilik tongkang adalah penjualan karcis satu pintu. Dengan begitu, semua hasil penjualan bisa dipantau secara transparan,” ujarnya.
Ia menilai, sistem tersebut akan memudahkan pemerintah daerah maupun pemilik tongkang dalam mengawasi jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang setiap hari. Seluruh transaksi dapat tercatat secara resmi sehingga meminimalisir dugaan kebocoran pendapatan.
Tidak hanya itu, keberadaan petugas resmi di area pelabuhan juga dianggap penting untuk mengatur arus kendaraan dan mencegah perebutan penumpang antar tongkang.
“Kalau ada petugas yang mengatur lalu lintas di pelabuhan, tentu antrean lebih tertib dan tidak ada lagi rebutan penumpang,” tambahnya.
Masyarakat berharap Pemkab Sumenep dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem operasional penyeberangan tongkang Talango–Kalianget agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik, aman, dan transparan, sekaligus mampu mendongkrak PAD daerah secara maksimal.
Ditulis oleh: admin
