Wisatawan Mulai Berdatangan Nikmati Liburan di Pulau Gililabak, Pemkab Sumenep Dinilai Kecolongan PAD
Merahputihnews.id - Sumenep, Libur panjang dimanfaatkan puluhan wisatawan lokal untuk menikmati keindahan wisata bahari di Pulau Gililabak, Kabupaten Sumenep. Sejak pagi, para
Sumenep, Libur panjang dimanfaatkan puluhan wisatawan lokal untuk menikmati keindahan wisata bahari di Pulau Gililabak, Kabupaten Sumenep. Sejak pagi, para wisatawan tampak mulai berdatangan di area Terminal Kalianget, Kabupaten Sumenep, untuk menyeberang menuju destinasi wisata unggulan tersebut. 14/6/2026
Para wisatawan diketahui berasal dari berbagai daerah, di antaranya Bangkalan, Surabaya hingga Mojokerto. Mereka memilih Pulau Gililabak sebagai tujuan wisata untuk menghabiskan masa liburan bersama keluarga maupun rekan.
Perjalanan menuju Pulau Gililabak menggunakan perahu motor menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Hamparan lautan biru dan hembusan angin laut memberikan suasana menyenangkan sebelum tiba di pulau kecil yang terkenal dengan panorama alamnya itu.
Setibanya di lokasi, wisatawan disuguhkan keindahan bahari yang memukau. Aktivitas snorkeling di perairan bening dengan terumbu karang alami menjadi daya tarik utama. Selain itu, wisatawan juga dapat bersantai di pasir putih, mengelilingi pulau kecil hanya dalam waktu sekitar 30 menit, hingga menikmati panorama sunrise dan sunset yang eksotis.

Ramainya kunjungan wisatawan turut membawa dampak positif bagi pelaku usaha di sekitar Terminal Kalianget. Kehadiran wisatawan dinilai mampu meningkatkan pendapatan para pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan di kawasan terminal.
“Alhamdulillah kalau banyak wisatawan datang, dagangan kami juga ikut ramai. Semoga terus ramai seperti ini,” ujar salah satu pelaku usaha di area terminal.
Namun di balik meningkatnya aktivitas wisata tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep dinilai masih kecolongan dalam memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pasalnya, wisatawan yang berangkat menuju Pulau Gililabak melalui pelabuhan wisatawan yang berada di area Terminal Kalianget diketahui belum dikenai retribusi masuk pelabuhan.
Padahal, apabila pengelolaan retribusi diterapkan secara maksimal, potensi pemasukan daerah dari sektor wisata diyakini dapat meningkat dan menjadi tambahan PAD bagi Kabupaten Sumenep.
Salah satu pelaku usaha yang enggan disebutkan namanya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memaksimalkan fungsi pelabuhan wisatawan tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera memaksimalkan pelabuhan wisatawan yang baru ini. Karena kalau dikelola dengan baik dan ada retribusi resmi, tentu bisa menambah PAD Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
Ditulis oleh: admin
