Breaking NewsPolantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Pentingnya Tertib Berlalu Lintas di Sumenep   |   RSUD Moh. Anwar Sumenep Dipenuhi Pasien Muntaber, Masyarakat Diminta Waspada dan Jaga Hidrasi   |   Muntaber Mewabah di Sumenep, Kadinkes P2KB Imbau Warga Tingkatkan PHBS   |   Uji Sertifikasi DPIB SMKN 1 Kalianget Sukses Digelar, 25 Siswa Ikuti Sertifikasi Juru Gambar Konstruksi   |   RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan Layanan Terapi Wicara, Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat   |  
BeritaKesehatanPemerintahan

RSUD Moh. Anwar Sumenep Dipenuhi Pasien Muntaber, Masyarakat Diminta Waspada dan Jaga Hidrasi

Merahputihnews.id - Sumenep, Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr. H. Moh. Anwar dilaporkan mengalami lonjakan pasien akibat kasus muntaber (muntah dan berak)

Sumenep, Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr. H. Moh. Anwar dilaporkan mengalami lonjakan pasien akibat kasus muntaber (muntah dan berak) dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah ruang pelayanan, termasuk IGD dan rawat inap, dipenuhi pasien dengan keluhan serupa. 15/4/2026

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes melalui Kasi Informasi Erfin Sukayati, M.Kes menyampaikan bahwa peningkatan kasus ini diduga berkaitan dengan infeksi saluran pencernaan yang banyak menyerang masyarakat.

“Muntaber atau gastroenteritis merupakan peradangan lambung dan usus yang menyebabkan muntah dan diare secara bersamaan. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi,” jelasnya.

Kasus muntaber umumnya dipicu oleh infeksi virus seperti Rotavirus (pada anak) dan Norovirus (pada dewasa). Selain itu, bakteri seperti E. coli, Salmonella, hingga parasit dari air yang tidak bersih juga menjadi penyebab utama.
Gejala yang sering muncul antara lain:

– Muntah berulang
– Diare cair lebih dari tiga kali sehari
– Nyeri atau kram perut
– Demam dan lemas
– Tanda dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil

Menurut pihak rumah sakit, bahaya utama muntaber adalah dehidrasi, terutama pada bayi, lansia, dan pasien dengan kondisi kesehatan tertentu.

Masyarakat diimbau untuk melakukan langkah awal penanganan sebelum kondisi memburuk, di antaranya:

Cukupi cairan tubuh
Minum oralit setiap kali diare atau muntah. Jika tidak tersedia, gunakan larutan gula garam (1 liter air matang + 6 sendok teh gula + ½ sendok teh garam).

– Minum sedikit tapi sering
Untuk mencegah muntah berulang, konsumsi cairan secara bertahap.

– Konsumsi makanan ringan
Seperti bubur, pisang, biskuit, dan kaldu bening.

– Hindari makanan pemicu
Seperti makanan pedas, berlemak, bersantan, kopi, dan soda.

– Jaga kebersihan
Cuci tangan dengan sabun dan pisahkan alat makan penderita.

Segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan jika mengalami:

– Tidak bisa minum sama sekali
– Dehidrasi berat (mata cekung, sangat lemas)
– Diare lebih dari 3 hari atau muntah lebih dari 24 jam
– Demam tinggi di atas 39°C
– BAB atau muntah berdarah

Lonjakan kasus muntaber sering berkaitan dengan sanitasi lingkungan dan kualitas air. Oleh karena itu, masyarakat diminta:

– Mengonsumsi air matang
– Memasak makanan hingga benar-benar matang
– Menghindari jajanan sembarangan
– Menjaga kebersihan lingkungan
– Tidak menggunakan sumber air yang dicurigai tercemar

Pihak RSUD juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke puskesmas jika ditemukan banyak kasus serupa di lingkungan sekitar agar dapat ditangani sebagai potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Intinya, muntaber bisa sembuh dalam 1–3 hari, asalkan cairan tubuh tetap terjaga. Jangan sampai terlambat karena dehidrasi bisa berakibat fatal,” pungkasnya.

Ditulis oleh: admin

Tombol Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *