Breaking NewsLeletnya Birokrasi Membuat Warga Kecewa, Pagar Rumah Miring Akibat Pohon Angsana   |   Satlantas Polres Sumenep Ikuti Upacara Bendera, Beri Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SMAN 2 Sumenep   |   Bupati Sumenep Tekankan Empat Harapan Utama kepada Komisioner KI Periode 2025–2029   |   Mantan Kepala Bapenda Enggan dengan Kata Pisah, Dedi Kasih dan Motivasi Dilanjutkan serta Ditingkatkan Kaban Baru   |   Polantas Menyapa, Satlantas Polres Sumenep Tekankan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas   |  
BeritaEkonomiPemerintahan

Bupati Sumenep Ingatkan Kades: Dana Desa Bukan Sekadar Laporan, Tapi Harus Beri Dampak Nyata

Merahputihnews.id - Sumenep, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., menegaskan bahwa pengelolaan Dana Desa tidak boleh berhenti pada tumpukan

Sumenep, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., menegaskan bahwa pengelolaan Dana Desa tidak boleh berhenti pada tumpukan laporan administrasi semata. Pesan itu disampaikan dalam FGD Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2025 yang digelar di Kantor Bupati, Jumat (14/11/2025).

“Keuangan desa itu bukan hanya urusan administrasi. Yang masyarakat butuhkan adalah hasil konkret apakah anggaran itu benar-benar menyentuh mereka atau tidak,” tegas Bupati Fauzi di hadapan para peserta FGD.

Menurut Bupati, Dana Desa merupakan mesin percepatan pembangunan di tingkat akar rumput. Karena itu, ia meminta para kepala desa untuk mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kalau desanya maju, kabupatennya juga ikut maju. Kepala desa harus bekerja dengan integritas dan kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Bupati Fauzi memastikan Pemkab Sumenep akan terus mengawal dan mendampingi pemerintah desa agar pengelolaan Dana Desa tetap sesuai jalur dan tepat sasaran. Ia menargetkan desa-desa di Kabupaten Sumenep tidak hanya berkembang, tetapi juga naik kelas menjadi desa mandiri.

“Program yang berpihak kepada masyarakat, layanan publik yang semakin baik, serta pemberdayaan ekonomi lokal harus menjadi prioritas. Dana Desa bukan formalitas, tapi motor perubahan,” tambahnya.

Selain itu, digitalisasi juga menjadi perhatian Bupati dalam upaya memodernisasi pemerintahan desa. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus menjadi standar baru bagi desa yang ingin berkembang pesat.

“Teknologi mempercepat administrasi, memperkuat transparansi, dan mempermudah pelayanan. Kepala desa jangan takut berinovasi,” pesannya.

Bupati Fauzi menyampaikan optimisme bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat akan melahirkan pembangunan yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan maju.

“Kalau sinergi ini kuat, desa-desa kita bukan hanya berkembang, tapi bisa menjadi pionir,” pungkasnya.

FGD tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Plt Kepala Inspektorat Sumenep, Kepala DPMD, Kepala Diskop UKM dan Perindag, Kepala Dinas Sosial, para camat, serta perwakilan kepala desa beserta jajarannya.

Ditulis oleh: admin

Tombol Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *