Bareskrim Dalami Kasus Penambangan di Area Hutan Lindung

Sultra- Kali Kedua Tim Bareskrim Mabes Polri menyambangi Sultra dalam Kasus Penambangan yang merambah Hutan Lindung. Kali ini kedatangan mereka untuk merampungkan hasil penyelidikan terhadap Beberapa Perusahaan yang menambang di kawasan hutan lindung. Dari 90 hari yang ditetapkan, tim Tipidter Bareskrim Mabes Polri masih mempunyai 38 hari untuk merampungkan semua berkas penyelidikannya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Argo Yuwono menjelaskan bahwa Benar adanya Tim Penyidik Tipidter Mabes Polri berkunjung ke Sultra dalam Rangka Melengkapi Berkas Penyelidikan Kasus Dugaan Pertambangan di Hutan Lindung.
“Mereka berkunjung Ke Sultra menggunakan Jet Komersil dan telah melakukan serangkaian tes (rapid dan swab) Mengisi Kartu kewaspadaan kesehatan dan yang paling penting adalah Surat Tugas dari Mabes Polri. Kedatangan mereka telah sesuai dengan Protokol Covid-19, Tegas Argo.

Selain itu, Tim Tipidter Bareskrim akan memeriksa beberapa inspektur tambang yang bertugas sebagai pengawasan dari Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara, dan memastikan tidak ada keterlibatan Oknum ESDM Sultra dalam perambahan Hutan Lindung di Lokasi Pertambangan.

Untuk diketahui, sebelumnya Tim Bareskrim Polri telah melakukan Penyegelan terhadap Beberapa Kontraktor Mining di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Bososi Pratama yang diduga melakukan Usaha Jasa Pertambangan di area hutan lindung.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *