Penerima BLT Covid-19 Jangan Tebang Pilih

MerahPutihNews.id Jakarta– Pemerintah harus benar-benar memastikan penerima bantuan yang dianggarkan dari dana desa yg diperuntukkan untuk tangani covid-19 tepat sasaran. Jika tidak? Konflik horizontal akan muncul di pedesaan. Sebab, banyak yg rancu dalam penerimaan bantuan di masyarakat dan tidak adanya transparansi dalam pendataan penerima bantuan yg dilakukan oleh pemerintah baik ditingkat RT-RW maupun perangkat desa. Sehingga yang terjadi adalah kecemburuan sosial dan perang mulut sesama masyarakat.

Sebagaimana surat edaran menteri desa PDTT No 8 tahun 2020 tentang desa tanggap covid 19 dan penegasan padat karya tunai desa. Setidaknya ada 14 syarat yang diperuntukkan bagi penerima bantuan langsung tunai Dari anggaran dana desa. Ke 14 syarat ini dikhususkan bagi masyarakat yang tidak dapat bantuan lain seperti PKH atau yg lainnya. Oleh sebab itu transparansi dan keterbukaan data harus benar benar diperlihatkan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan dan persepsi buruk bagi pemerintah desa serta menghindari adanya konflik horizontal sesama masyrakat. Pasalnya banyak terjadi nepotisme dalam penerimaan bantuan di masyarakat yaitu hanya orang-orang yang dekat dengan pemerintah desa atau orang-orang yang dianggap memiliki Power, padahal semua masyarakat itu berhak untuk mendapat bantuan tersebut hanya kadangkala tidak memiliki kedekatan dengan pengelola pemerintah desa sehingga mereka terabaikan begitu saja, hanya sekelompok orang-orang yang dekat dengan kekuasaan yang menikmatinya. Padahal uang itu berasal dari pajak rakyat seharusnya diperuntukkan juga buat kemaslahatan rakyat banyak.

Oleh sebab itu, pemerintah tidak boleh abai dan harus objektif sehingga anggaran yang dipergunakan untuk tangani covid-19 benar benar bermanfaat bagi masyarakat. karena virus corona adalah virus yg sangat demokratis tidak memandang siapa dia, baik yang kaya maupun yang miskin tak peduli ia menyebar bagaikan kilat, dan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan akibat wabah ini. Apalagi mereka yang pekerja harian bagaikan disambar petir jika disuruh di rumah saja, tapi itulah kenyataannya harus tetap di rumah untuk menghindari penyebaran virus ini.

Laode Arpai
Dosen universitas Ibnu chaldun Jakarta (eks wasekjen PB HmI 2018-2020)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *