KEMENKEU TANGGAP COVID-19: Strategi Pembiayaan APBN 2020

Anggaran negara diprioritaskan untuk:
  1. Menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat, termasuk tenaga medis;
  2. Memastikan perlindungan dan Jaring Pengaman Sosial untuk masyarakat rentan;
  3. Perlindungan terhadap dunia usaha.
Pada masa tanggap darurat pandemi COVID-19, APBN difokuskan untuk:
  1. Pemeriksaan (testing) bagi korban;
  2. Peningkatan kapasitas RS;
  3. Ketersediaan obat-obatan dan alat-alat kesehatan.
Total tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan dampak Covid-19 sebesar Rp405,1 triliun, terdiri atas:
  • Bidang kesehatan Rp75 triliun;
  • Perluasan Jaring Pengaman Sosial Rp110 triliun;
  • Dukungan industri (insentif perpajakan dan stimulus KUR) Rp70,1 triliun;
  • Pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional Rp150 triliun.
Anggaran dan instrumen fiskal tetap dikelola untuk menekan dampak jangka panjang, termasuk memastikan terpenuhinya kecukupan pangan dan menggerakkan kembali perekonomian yang melambat.
Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan K/L mengatasi masalah ini. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan dan warga negara untuk berkontribusi dan mendukung langkah pemerintah.
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *